Showing posts with label PENERAPAN FISIKA. Show all posts
Showing posts with label PENERAPAN FISIKA. Show all posts

Penerapan Tekanan Hidrostatis Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Mungkin kalian pernah melihat orang yang dirawat di rumah sakit dipasangi infus pada pergelangan tangannya. Tahukah Anda kenapa infus dipasang lebih tinggi dari tempat tidur pasien?


Sebelum dipasangi infus, tubuh pasien harus diukur terlebih dahulu tekanan darahnya. Setelah diukur baru kemudian dipasangi infus. Posisi infus diatur sedemikian rupa agar tekanan aliran dari cairan infus lebih besar dari tekanan darah. Kalau tekanan cairan infus lebih kecil dari tekanan darah keadaannya akan terbalik yakni darah akan masuk ke dalam kantong infus.

Dalam ilmu fisika ada dikenal dengan tekanan hidrostatis yaitu tekanan yang dialami oleh cairan yang statis atau diam. Tekanan Hidrostatis adalah tekanan yang terjadi di bawah air. Tekanan ini terjadi karena adanya berat air akibat dari percepatan gravitasi yang membuat cairan tersebut mengeluarkan tekanan. Tekanan sebuah cairan (zat cair) terrgantung pada kedalaman cairan di dalam sebuah ruang dan gravitasi juga menentukan tekanan air tersebut. Rumus fisikanya:

P =ρgh
Dimana:
          P = Tekanan yang dialami oleh cairan
          ρ = massa jenis cairan
          h = ketinggian cairan/kedalaman cairan

Jadi makin tinggi tempat kantong infus dengan pergelangan lengan makan tekanan cairan infus makin besar juga, begitu juga sebaliknya. 

Oleh karena itu pemasangan cairan infus diposisikan lebih tinggi dari pergelangan tangan pasien agar cairan infusnya mau masuk ke dalam tubuh pasien. Coba anda bayangkan kalau cairan infus di pasang lebih rendah dari tubuh pasien? 

Pastinya akan terbalik. Bukan cairan infus yang masuk ke tubuh pasien akan tetapi cairan darah yang akan masuk ke dalam kantong infus. Kejadian ini akan mirip seperti orang donor darah. Di mana kantong darah di letakan di bawah atau lebih rendah dari tubuh si pendonor.
Baca Selengkapnya ...

Penerapan Prinsip Tekanan Pada Jarum Suntik

Pernahkah Anda melihat jarum suntik? Saya rasa hampir semua orang pernah melihat jarum suntik. Jarum suntik sering dikenal dengan nama jarum hipodermik. Jarum hipodermik atau jarum suntik merupakan jarum yang secara umum digunakan dengan alat suntik untuk menyuntikkan suatu zat ke dalam tubuh. Jarum ini juga dapat digunakan untuk mengambil sampel zat cair dari tubuh, contohnya mengambil darah dari urat darah halus pada venipuntur. Bagaimana cara kerja jarum suntik ditinjau dari ilmu fisika? Apakah ada prinsip fisika yang berkerja apa jarum suntik?
Alat suntik atau spuit (Inggris: syringe) adalah pompa piston sederhana untuk menyuntikkan atau menghisap cairan atau gas. Alat suntik terdiri dari tabung dengan piston di dalamnya yang keluar dari ujung belakang. Untuk memasukan obat ke dalam tubuh pada jarum suntik akan berlaku hukum fisika yaitu prinsip tekanan. Dalam ilmu fisika, Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A). Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini :

P = F/A

P = tekanan, F = gaya dan A = luas permukaan. Satuan gaya (F) adalah Newton (N), satuan luas adalah meter persegi (m2). Karena tekanan adalah gaya per satuan luas maka satuan tekanan adalah N/m2. Nama lain dari N/m2 adalah pascal (Pa). Pascal dipakai sebagai satuan Tekanan untuk menghormati om Blaise Pascal. Kita akan berkenalan lebih dalam dengan om Pascal pada pokok bahasan Prinsip Pascal.

Agar jarum suntik bisa menembus kulit untuk menyuntikkan suatu zat ke dalam tubuh. Terlebih dahulu jarum suntik dibuat sangat kecil dan runcing. Tujuannya agar menambah tekanan sehingga mudah masuk ke dalam tubuh. Dari pernyataan tersebut kita ketahui bahwa luas permukaan (A) yang terkena gaya (force) berpengaruh terhadap tekanan (P). Dengan luas permukaan yang kecil menghasilkan tekanan yang lebih besar daripada luas permukaan yang lebar. Artinya apa? Ini berati bahwa tekanan berbanding terbalik dengan luas permukaan.

Nah, pada saat jarum suntik masuk kedalam tubuh maka alat suntik atau spuit ditekan sehingga cairan/obat bisa masuk ke dalam tubuh. Dengan memberikan tambahan tekanan maka tekanan cairan didalam spuit lebih besar daripada di dalam tubuh.

Catatan: jangan bermain-main dengan alat suntik. Berbahaya lho!!

Sumber Artikel:
http://id.wikipedia.org/wiki/Jarum_hipodermik 
http://elvosfor.wordpress.com/2009/03/08/fisika-fluida/

Sumber Gambar:
http://www.google.com
http://startsafestopaids.webklik.nl
Baca Selengkapnya ...

Penerapan Fisika Pada Permainan Gasing


Mungkin Anda tidak asing dengan istilah gasing. Ini merupakan mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Untuk memainkan gasing biasanya digunakan tali dari kain (atau bahan lain) yang dililitkan bada badan gasing. Kemudian gasing dihentak sambil tali yang melilit ditarik sehingga gasing berputar pada porosnya dan membiarkan gasing itu berputar sesuai arah jalannya.

Gambar 1. Gasing merupakan salah satu permainan yang menerapkan hukum-hukum fisika.
sumber gambar:  id.wikipedia.org


Hukum fisika apa saja yang berlaku pada permainan gasing? Postingan ini membahas bagaimana penjelasan hukum fisika dari permainan gasing tersebut.

Hukum I (Pertama) Newton dan II (Kedua) Newton
Hukum pertama Newton tentang gerak menyatakan bahwa sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan tetap akan terus bergerak dengan kecepatan tersebut kecuali ada gaya resultan bekerja pada benda itu. Jika sebuah benda dalam keadaan diam, benda tersebut tetap diam kecuali ada gaya resultan yang bekerja pada benda itu.

Ini maksudnya pada saat gasing diam maka akan tetap diam (jika tidak ada pengaruh gaya luar). Nah, untuk membuat gasing dari keadaan diam agar bergerak dengan kecepatan tertentu maka harus ada gaya luar yang membuat gasing tersebut bergerak. Gaya luar tersebut bisa berupa hentakan atau tarikan tali pada gasing (pada saat mulai memutar gasing).

Sedangkan Hukum II Newton menyatakan, “percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada sebuah benda sebanding dengan besar gaya, searah dengan gaya itu dan berbanding terbalik dengan massa kelembaman benda tersebut”. Artinya, semakin besar gaya yang bekerja pada benda maka semakin besar percepatan yang ditimbulkan. Sebaliknya, semakin kecil gaya yang bekerja maka semakin kecil percepatan yang ditimbulkan. Secara matematis pernyataan tersebut dapat ditulis:

a = F / m

Dimana:
a = percepatan
F =gaya
m=massa gasing
Persamaan ini dikenal dengan hukum kedua Newton tentang gerak.

Ini sama artinya dengan semakin besar gaya diberikan pada gasing maka semakin besar percepatan yang dihasilkan gasing. Sebaliknya, semakin kecil gaya diberikan pada gasing maka semakin kecil percepatan yang dihasilkan. Jadi, agar gasing bergerak dengan percepatan yang besar maka gaya yang diberikan pada gasing haruslah besar atau bisa juga dengan cara memperkecil massa gasing.

Gerak  melingkar.
Gasing bentuknya hampir seperti roda sepda motor. Oleh karena itu juga akan berlaku hukum fisika tentang gerak melingkar yaitu kecepatan linier dan kecepatan sudut (anguler).

(a) Kecepatan linier
Kecepatan linier merupakan kecepatan yang memiliki arah tegak lurus terhadap jari-jari lingkaran atau dapat dikatakan sebagai garis singgung lingkaran.

Prinsip ini dapat digunakan untuk mainan gasing ini karena bagian atas gasing ini merupakan bentuk lingkaran. Jadi, kita dapat menghitung dengan seksama mengenai kecepatan linier yang akan terbentuk ini pada bagian atas gasing. Rumus utama kecepatan linier adalah:

v = s/T 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa gasing berbentuk lingkaran, maka jaraknya menjadi keliling lingkaran, yaitu s = 2πr. Maka rumusnya menjadi:
v = 2πr/T

Hubungan periode dengan frekuensi dirumuskan: 1/T = f, maka rumus kecepatan linier menjadi:
v = 2πrf

Keterangan:
v = Kecepatan linier gasing (m/s)
s = Jarak tempuh gasing selama berputar (m)
T = Periode (waktu / banyaknya putaran) gasing ( s)
π = Phi (22/7 atau 3,14)
r = Jari-jari gasing (m)
f = Frekuensi gasing (Hz)

Dari rumus utama kecepatan linier (v = 2πrf) tersebut, kita dapat meneliti berapakah kecepatan linier dari gasing tersebut. Caranya adalah sebagai berikut.

Pertama-tama, kita cari periode terlebih dahulu. Caranya adalah dengan timer, sedikit kertas kecil dan perekat. Kita dapat merekatkan kertas kecil pada ujung gasing untuk mempermudah perhitungan kita akan jumlah putaran gasing. Saat gasing diputar, maka kertas yang melekat pun juga ikut berputar. Kita cukup mendekatkan jari tangan kita mendekati gasing dan akan terdengar bunyi patah-patah kertas yang menyentuh tangan kita. Dan kita cukup hanya dengan menghitung jumlah bunyi tersebut. Dengan begitu, kita mendapatkan data banyaknya putaran. Dan jangan lupa juga untuk menghitung waktunya dengan timer.

Yang kedua, kita cukup mengukur jari-jari lingkaran atas dari gasing dan semua data pun akan terkumpul. Sehingga yang terakhir dilakukan untuk mencari kecepatan linier gasing adalah memasukkannya ke dalam rumus di atas.

(b) Kecepatan sudut.
Kecepatan sudut ialah besarnya sudut yang dibentuk untuk melakukan perpindahan tiap satuan waktu.

Pada langkah sebelumnya, telah kita temukan berapa besar dari kecepatan linier. Selanjutnya kita hanya cukup memasukkan nilai kecepatan linier tersebut ke suatu rumus untuk mendapatkan besar dari kecepatan sudut gasing yang berputar tadi.

ώ = v/r

Keterangan:
ώ= Kecepatan sudut gasing (Rad/s).
v= Kecepatan linier gasing (m/s)
r  = Jari-jari gasing (m).

Hukum Torsi (Momen Gaya) dan Momentum Sudut
Kita tinjau gasing itu dari hukum torsi (momen gaya). Momen gaya merupakan besaran yang dapat menyebabkan sebuah titik partikel berputar (berotasi). Dalam hal ini gasing berbentuk lingkarang seperti Gambar 1 di atas. Momen gaya dilambangkan dengan "τ"


Gambar 2. Momen gaya F

Gambar 2. tersebut menyatakan sebuah gaya F sedang mengadakan momen gaya terhadap titik O dengan lengan gaya r, sehingga titik O berputar dengan arah putar searah putaran jarum jam. Momen gaya F terhadap titik O didefinisikan sebagai hasil kali silang antara lengan gaya dan gaya F, atau
τ = r x F
Besarnya momen gaya pada gasing adalah:
τ = r.sin α.F
atau
τ = r.F.sin α

Di mana:
F = besar gaya gasing (N)
r = panjang lengan gaya gasing (dalam hal ini adalah jari-jari gasing) (m)
τ = besar momen gaya (N.m)
α = sudut antara arah lengan gaya dan arah gaya


Gambar 3. Gasing merupakan gerak melingkar berubah  beraturan

Sekarang kita tinjau cara kerja gasing dari hukum momentum sudut. Perhatikan Gambar 3, yang melukiskan sebuah titik partikel dengan massa m melakukan gerak melingkar berubah beraturan karena pengaruh gaya F.

Berdasarkan hukum II Newton:
F = m . a

Kita ketahui bahwa a = α . r, maka rumusnya menjadi:
F = m . α . r
F. r = m . α . r2
F. r = m . r2 . α.

Besaran mr2 disebut momen inersia atau momen kelembaman (I) dari partikel bermassa m yang melakukan gerak rotasi dengan jari-jari r, dan F.r adalah momen gaya F terhadap titik O (τ), sehingga:
τ =I . α

Pada gerak melingkar berubah beraturan diperoleh:
α = (ώt – ώ0)/∆t

sehingga di dapat
τ = I . (ώt – ώ0)/∆t

Maka persamaannya menjadi:
τ . ∆t = I . ώt – I . ώ0

Di mana:
τ . Δt = impuls sudut
I . ωt = momentum sudut pada saat t
I . ω0 = momentum sudut mula-mula
I . ωt – I . ω0 = perubahan momentum sudut

Kita ketahui bahwa besarnya torsi (momen gaya) dinyatakan dengan persamaan:
τ = r.sin α.F
atau
τ = r.F.sin α

Dengan mensubstitusiannya persamaan torsi (momen gaya) maka persamaannya menjadi:
r.F.sin α.∆t = I . ώt – I . ώ0

Anggap ω0 = 0 (dari keadaan diam ) maka persamaannya menjadi:
r.F.sin α.∆t = I . ώ

Kita ketahui bahwa besarnya momen inersia (ini persamaan momen inersia untuk umum, tiap benda memiliki momen inersia yang berbeda dan tergantung bentuk benda tesebut) adalah: 
I = mr2

Dengan mensubstitusiannya persamaan momen inersia maka persamaannya menjadi:
r.F.sin α.∆t = mr2 . ώ
F.sin α.∆t = m.r.ώ
atau
ώ = F.sin α.∆t/(m.r)

Keterangan:
ω = kecepatan sudut
F = besar gaya (N)
r = panjang lengan gaya (m)
Δt= perubahan waktu (s)
α = sudut antara arah lengan gaya dan arah gaya

Berdasarkan persamaan terakhir tesebut kita dapatkan konsep fisis dari gasing tersebut. Besarnya jarak sumbu putar gasing dengan bagian terluar (dalam hal ini panjang jari-jari) gasing akan mempengaruhi kecepatan sudut gasing tersebut. Semakin besar jari-jari gasing, semakin kecil kecepatan sudut gasing tersebut berputar. Demikian sebaliknya, semakin kecil jari-jarinya, semakin besar kecepatan sudut gasing tersebut berputar.

Pada permainan gasing, kecepatan sudut gasing dipengaruhi oleh besarnya gaya, besarnya gaya tersebut diterjemahkan sebagai besarnya gaya tarikan tali ketika kita melepas gasing. Semakin besar gaya tarikan yang kita berikan, semakin besar torsi gasing yang pada akhirnya semakin besar kecepatan sudut yang akan dihasilkan. Begitupun, sebaliknya. Semakin kecil gaya kita berikan pada saat kita memutar gasing, semakin kecil pula kecepatan sudut yang dihasilkan.

Selain faktor gaya dan jari-jari, massa gasing juga mempengaruhi kecepatan sudut putar gasing. Semakin besar massa gasing maka kecepatan sudut gasing akan semakin kecil, begitu juga sebaliknya, semakin kecil massa gasing maka kecepatan sudut gasing makin besar.

Gaya Gesek dan Tekanan
Menurut Wikipedia gaya gesekan adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas.

Gaya gesek yang terjadi pada gasing yang utama adalah dengan lantai atau dasar di mana gasing dimainkan. Gaya gesek yang terjadi pada gasing akan berlawanan dengan arah putar gasing. Jadi, apabila gasing berputar ke kanan, maka gaya gesek akan berputar ke kiri berlawanan dengan arah putar gasing.

Hal ini sama halnya dengan rotasi gasing yang berupa teori. Namun, hal ini dapat diperhatikan dari gasing yang berputar di atas pasir. Gasing yang berputar di atas pasir akan membuat pasir berputar berlawanan arah seperti arah gaya gesek. Karena, gaya gesek inilah yang membuat gasing yang berputar kencang menjadi pelan dan akhirnya berhenti total.

Jadi agar memperkecil gaya gesekan ujung bawah gasing dibuat runcing agar memperkecil bidang sentuh antara lantai dengan ujung gasing. Tapi efek memperkecil ujung gasing adalah tekanan gasing terhadap lantai semakin besar. Kita telah ketahui bahwa tekanan (p) merupakan gaya (F) yang diberikan per satuan luas (A). Memperkecil ujung gasing itu artinya memperkecil luas ujung gasing tersebut sehingga tekanannya menjadi besar. Jika lantai yang teksturnya tidak keras (gembur), ujung bawah gasing akan tenggelam dan gasing akan terjebak, hal ini justru menambah gesekan yang menyebabkan gasing mengalami perlambatan yang besar dan berhenti berputar.

Tips bermain Gasing
Berdasarkan hasil analisis fisika tadi, kita dapat ketahui bagaimana cara atau tips bermain gasing. Oke langsung saja, adapun tips bermain gasing sebagai berikut.
=>Pilihlah gasing yang massanya kecil, karena massa sangat berpengaruh dengan keceptan gasing dan berpengaruh pada hentakan/tarikan tali pada saat mulai memutar gasing. Semakin besar massa gasing maka semakin besar gaya yang diperlukan untuk memutar gasing.
=>Pilih gasing yang ujungnya runcing, karena ini mengurangi gaya gesekan gasing terhadap lantai.
=>Pilihlah gasing yang jari-jarinya kecil agar menghasilkan kecepatan yang besar sehingga waktu gasing berputar semakin lama.
=>Bermainlah pada lantai yang keras, kenapa? Karena gasing ujungnnya runcing akan berdampak pada tekanan gasing menjadi besar, efeknya adalah gasing akan tenggelam di tanah jika tekstur tanah gembur (halus).
=>Gerakanlah gasing dengan kecepatan sudut yang besar. Bagaimana caranya? Untuk menghasilkan kecepatan sudut yang besar, maka perlu gaya yang besar, agar memperoleh gaya yang besar maka perlu energi yang besar juga. Bagaimana memperoleh energi yang besar? Makan makanan yang bermutu (tiiiiiiiiiiiiiiiiiit, ups iklan nih) !

Demikian postingan Mafia Online mengenai penerapan fisika pada permainan gasing dan tipscara bermain gasing. Semoga bermanfaat!!

Baca Selengkapnya ...

Aplikasi Hukum I Newton pada Sabuk Pengaman


Pihak kepolisian sekarang sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil. Tahukah Anda kenapa setiap pengendara mobil dianjurkan menggunakan sabuk pengaman pada saat mengemudi mobil? Berdasarkan hasil survey didapatkan data bahwa orang yang menggunakan sabuk pengaman ketika terjadi kecelakan lebih banyak yang selamat dibandingkan dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Kenapa hal itu bisa terjadi? Yuk kita intip secara fisika.

Pernahkah Anda lihat apa yang akan terjadi pada pengemudi pada saat tabrakan? Ya pengemudi akan terdorong ke depan dengan sangat cepat. Coba kita banyangkan sebuah mobil melaju dengan kecepatan 80 km/jam tiba-tiba menabrak sebuah pohon yang besar, maka mobil tersebut akan ringsek bagian depannya dan tentunya berhenti mendadak dalam waktu yang sangat singkat (sekitar 0,1 s). Menurut hukum I Newton bahwa jika benda bergerak akan terus bergerak, oleh karena pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk pengaman akan terus bergerak maju yang sama dengan kecepatan mobil yaitu dengan kecepatan 80 km/jam. Apa yang terjadi dengan pengemudi? Tentunya pengemudi itu akan membentur dashboard, kemudi, atau kaca depan mobil.


Sabuk pengaman sangat penting untuk menjaga keselamatan Anda
Sumber Gambar: shinyshiny.tv

Pengemudi yang memakai yang sabuk pengaman (seperti gambar di atas), akan akan tetap tertahan di kursi karena ditahan oleh sabuk pengaman tersebut. Seiring dengan melambatnya mobil, maka pengemudi itu juga ikut akan melambat. Nah, pada sabuk pengaman akan memberikan sedikit waktu tambahan untuk melambat lagi bagi pengemudi itu, pada saat sabuk pengaman sedikit meregang menahan orang tersebut. 

Jadi gunakan sabuk pengaman jika anda pengemudi kendaraan agar selamat jika terjadi kecelakaan. Apa sih susahnya menggunakan sabuk pengaman?

Baca Selengkapnya ...

Aplikasi Hukum Bernouli Pada Tendangan Pisang


Bagi yang suka nonton sepak bola khusunya pada pertandingan di Piala Eropa 2004 lalu. Di mana David Beckham  melakukan tendangan bebas dari jarak 30 meter. Bola yang ditendang melengkung ke samping seperti bentuk pisang, melewati pagar betis pemain lawan dan meluncur secara cepat masuk gawang membuat kiper terbengong-bengong. Kiper dibuat tidak mengerti mengapa bola itu bisa melengkung ke samping, kiper sukar mengantisipasi arah lengkungan bola ini. 

(sumber gambar: www.google.com)
Tendangan yang dilakukan oleh David Bechkam ini disebut dengan tendangan pisang, karena lintasan bola setelah ditendang berbentuk pisang. Bagaimana tendangan pisang ini bisa terjadi?

(Sumber gambar: www.yohanessurya.com)

Proses terjadinya tendangan pisang ini cukup sederhana. Pemain  hanya menendang bola sedikit di bawah pusat berat bola, perhatikan Gambar 2  di bawah ini. Tendangan seperti ini akan membuat bola melayang ke udara sambil berputar. Ketika bola bergerak dan berputar,  aliran udara mengalir berlawanan arah dengan arah gerak bola.  Putaran bola akan mempercepat aliran udara di daerah A dan memperlambat kecepatan aliran udara di daerah B sehingga kecepatan udara di daerah A lebih besar dibandingkan dengan kecepatan udara di daerah B, perhatikan Gambar 3.


(Sumber gambar: www.yohanessurya.com)

Nah menurut fisika peristiwa ini dikenal dengan hukum Bernoulli, udara yang bergerak lebih cepat, tekanannya lebih rendah. Perbedaan tekanan udara antara  daerah A dan B akan menimbulkan gaya tekan yang arahnya dari B ke A. Gaya tekan ini akan membuat bola lintasannya jadi melengkung. Jika bola bergerak dengan kecepatan sekitar 45 m/s dan berotasi dengan 8-10 putaran per menit, gaya tekan ini akan membelokkan bola selebar 4 meter. Peristiwa melengkungnya bola ini dalam fisika sering disebut dengan efek Magnus.


Baca Selengkapnya ...

Penerapan Prinsip Tekanan Gas Dalam Kehidupan Sehari

Mungkin diantara kalian tidak asing mendengar istilah LPG. LPG merupakan singkatan dari liquified petroleum gas (gas minyak bumi cair), yang biasa digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak di dapur. Tahukah anda kenapa tabung LPG dibuat dari bahan yang sangat tebal dan keras? Kenapa tabung LPG tidak dibuat dari bahan yang ringan sehingga mudah dibawa misalnya dari bahan plastik? Kita ketahui bahwa bahan dari plastik lebih murah dibandingkan bahan tabung LPG seperti sekarang ini.
Penerapan Prinsip Tekanan Gas Dalam Kehidupan Sehari
Sumber: rri.co.id
 Seperti yang dilansir di Wikipedia bahwa LPG merupakan gas campuran dari berbagai senyawa hidrokarbon yang sumbernya berasal dari gas alam. Untuk membuat gasi ini berwujud cair perlu menambah tekanan yang sangat besar dan menurunkan suhunya. Komponen LPG lebih banyak mengandung gas propana (C3H8) dan gas butana (C4H10). Selain lebih banyak mengandung propana dan butana, LPG juga mengandung beberapa senyawa hidrokarbon ringan lain tetapi dalam jumlah kecil, misalnya gas etana (C2H6) dan gas pentana (C5H12).

Volume LPG dalam wujud cair lebih kecil dibandingkan dalam wujud gas untuk massa yang sama. Oleh karena itu, LPG dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan yang sangat tinggi. Biasanya volume LPG di dalam tabung tidak di isi secara penuh (sekitar 80-85% dari kapasitasnya). Ini bertujuan agar untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya. Perbandingan antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasaya sekitar 250:1.
Tekanan di mana LPG berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55 °C (131 °F).

LPG akan berwujud gas jika berada dalam kondisi atmosfer. Karena tekanannya sangat besar maka bahan yang dipakai untuk tabung gas juga harus kuat dan keras sehingga tidak mudah pecah. Coba bayangkan kalau tabung gas dibuat dari bahan plastik! Pasti akan meledak atau apling tidak akan melar atau mengembang.

Bagaimana konsep fisika mengenai tabung gas? Secara fisika di dalam tabung gas akan berlaku hukum-hukum fisika yang dikenal dengan teori gas.

Baca Selengkapnya ...